World · 12 Juli 2026
Respons Cepat Pekerja Pelabuhan Menyelamatkan Pengemudi di Wakayama
Sebuah truk tangki tenggelam ke perairan di Pelabuhan Perikanan Saikazaki di Kota Wakayama pada bulan Juni. Sopirnya, yang diyakini berusia 50-an, tetap terjebak di dalam taksi. Pekerja perahu di dekatnya, Yoshiyuki Ikeda, 81, dan Norikazu Mizumoto, 68, segera masuk ke dalam air. Mereka mencapai kendaraan, menarik pengemudi melalui jendela samping yang pecah dan memotong sabuk pengamannya. Sopirnya dilarikan ke rumah sakit dan selamat.
By Yomiuri Shimbun
Dua anggota lama komunitas tepi laut diakui karena mengubah kecelakaan yang mengkhawatirkan menjadi kisah keberanian, kerja sama, dan harapan.
Seharian rutin di Pelabuhan Perikanan Saikazaki menjadi wujud semangat masyarakat yang luar biasa ketika dua warga setempat bergegas membantu seorang sopir yang truk tangkinya terjatuh ke pelabuhan.
Kecelakaan itu terjadi pada bulan Juni di fasilitas pantai di Kota Wakayama. Setelah kendaraan masuk ke dalam air, pengemudinya tidak dapat keluar dari kabin.
Yoshiyuki Ikeda, seorang pemilik bisnis kelautan berusia 81 tahun, dan rekannya yang berusia 68 tahun, Norikazu Mizumoto, sedang bekerja di dekatnya ketika mereka melihat apa yang terjadi. Memahami bahwa setiap momen penting, pasangan itu memasuki pelabuhan dan berjalan menuju truk yang sebagian terendam.
Dampaknya telah merusak salah satu jendela samping kabin, sehingga tim penyelamat kesulitan menjangkau pengemudi. Mereka dengan hati-hati menariknya ke arah bukaan dan melepaskannya dari sabuk pengaman sebelum membawanya keluar dari kendaraan.
Petugas darurat membawa pengemudi tersebut, yang diyakini berusia 50-an, ke rumah sakit. Dia selamat dari cobaan berat tersebut, mengubah apa yang tadinya bisa menjadi sebuah tragedi menjadi contoh yang baik tentang tetangga yang saling menjaga satu sama lain.
Penjaga Pantai Wakayama secara resmi mengakui Ikeda dan Mizumoto pada tanggal 30 Juni saat presentasi di Gedung Pemerintahan Bersama Pelabuhan Wakayama. Kedua pria tersebut menerima surat yang menyatakan bahwa mereka cepat mengambil keputusan dan bersedia bertindak dalam kondisi berbahaya.
Ikeda menanggapi pengakuan tersebut dengan rendah hati, dan menjelaskan bahwa membantu seseorang yang berada dalam bahaya terasa seperti tanggung jawab alamiah bagi anggota masyarakat setempat. Ia juga mengungkapkan harapannya agar pengemudi yang diselamatkan dapat memanfaatkan nyawanya pada hari itu dan suatu hari nanti dapat menyampaikan kebaikan serupa kepada orang lain.
Insiden ini juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di dekat perairan. Pejabat Penjaga Pantai mendorong pengendara untuk menyimpan alat pemecah jendela di dalam kendaraan mereka, terutama di daerah yang rentan terhadap banjir atau hujan lebat.
Namun, bagi masyarakat Saikazaki, pesan abadi ini tidak hanya mencakup peralatan darurat. Penyelamatan ini menunjukkan bagaimana pengalaman, kasih sayang, dan tindakan tegas dapat dilakukan ketika anggota masyarakat sangat membutuhkan bantuan.
Berdasarkan pemberitaan Yomiuri Shimbun. Artikel ini merupakan adaptasi asli bahasa Inggris dan tidak mereproduksi kata-kata sumbernya.